Hari-hari pertama saya sendiri merupakan hari-hari terberat dalam hidup saya. Seperti kebanyakan orang yang putus cinta, saya kehilangan napsu makan, susah tidur, lebih banyak menyendiri, kehilangan fokus, dan sering melamun. Saya ingat sekali, setelah saya putus, saya akhirnya menginap di apartemen teman saya selama hampir seminggu, hanya supaya saya tidak sendiri dan merasa tertekan. Entah saya marah atau sedih atau benci, saya seperti mati rasa. Menangis saja tidak sanggup, padahal sedang putus cinta. Semua hal yang saya lakukan pasti mengingatkan saya pada dia.
Setelah sebulan terlewati, keadaan masih juga belum berubah. Entah sayang, benci, atau marah intinya saya masih memendam perasaan bagi dia. Apalagi saya hobby sekali membuka account social media yang dia punya walaupun ujung-ujungnya saya sakit hati. Dia kelihatan bahagia, lalu saya?
Mulai saat itu saya memutuskan untuk mulai menata hidup saya kembali. kata mama, "putus cinta bukan akhir dari segalanya" dan memang benar kata mama.
Walaupun harus dengan susah payah saya mematikan semua perasaan saya, tapi kondisi saya menjadi lebih baik. Ada beberapa hal yang saya lakukan:
1. Block semua account socmed dia (path, instagram, line, dll)
2. Hapus semua foto-foto apapun yang berhubungan dengan dia
3. Singkirkan semua barang yang buat saya ingat dia
4. Berhenti menyendiri dan mulai bergaul (sejak saya berpacaran dengannya saya dibatasi soal pergaulan)
5. Perbanyak berdoa dan ibadah (walaupun harus saya akui, saya saat itu hanya memanfaatkan Tuhan sebagai pelarian)
Yaaa.... kurang lebih hal-hal itu yang saya lakukan, dan memang membuat saya menjadi lebih tenang dan kembali punya semangat, sebelumnya banyak yang bilang saya terlihat stress dan lebih kurus (sisi positif). Namun setelah saya lakukan hal-hal demikian, si dia malah tiba-tiba muncul lagi dan bodohnya saya menanggapinya, dan akhirnya sudah bisa ditebak, setelah 2-3 hari berkomunikasi dia hilang lagi. Dia memang tidak rugi, tapi saya yang rugi karena harus mulai dari 0 lagi.
Walaupun saya memang belajar 1 hal, apapun yang terjadi sekalipun dia minta maaf dan berjanji tidak akan pernah mengulang kesalahannya lagi, jangan pernah mau masuk ke lubang yang sama. Cukup memaafkan dan melupakan.
Waktu berjalan cukup cepat, seminggu mendekati ulang tahun saya, dia datang lagi, kali ini mengajak bertemu yang (sekali lagi) dengan bodohnya saya mengiyakan. Setelah pertemuan itu, selama seminggu hingga ulang tahun saya kita hampir setiap hari bertemu, berkomunikasi layaknya orang yang sedang berpacaran, bahkan dia juga memberikan surprise di malam saya berulang tahun, namun paginya dia kembali menghilang tanpa alasan apapun hingga detik ini. Di saat itu saya benar-benar mengatur hati dan pikiran saya, apapun yang terjadi saya tidak boleh lagi kembali melakukan hal bodoh itu. Dan memang setelah beberapa hari dia menghilang, dia muncul lagi (kali ini lewat Whatsapp, karena saya sudah tidak mengaktifkan line saya). Namun akhirnya dengan kebulatan hati saya, saya sama sekali tidak menanggapi dia. Walaupun memang agak berat, tapi saya puas dengan hasilnya. Paling tidak saya sudah menghindar dari patah hati berikutnya. Saya juga menjadi lebih percaya diri dan belajar hal-hal baru.
1. Saya tidak akan bisa melupakan kenangan (manis atau pahit) yang pernah ada, tapi saya bisa mengatur perasaan dan pikiran saya untuk tidak galau/sedih/marah saat harus bertemu dengan kenangan itu.
2. Single bukan berarti saya kesepian atau bahkan gak laku, tapi itu memang pilihan yang terbaik untuk saya mempersiapkan diri saya lebih maksimal dalam membangun hubungan berikutnya.
3. Putus cinta itu pengalaman bukan kegagalan, yang pasti jangan pernah mau jatuh di tempat yang sama. Toh saya juga tidak rugi, hal ini membuat saya lebih mengenal karakter pria.
4. Saya tidak dirugikan sama sekali disini, saya memang kehilangan orang yang saya cintai, tapi dia sudah kehilangan orang yang mencintainya dengan tulus.
5. Kesepian memang hal yang paling tidak enak, tapi percayalah kita tidak pernah benar-benar sendiri dan sepi kalau kita memutuskan untuk membuka diri dan kembali ke dunia sebenarnya.
Sekarang saya sedang nyaman sendiri, saya bisa menggali diri saya lebih dalam lagi, melihat apa yang saya punya, apa yang harus saya kembangkan, dan betapa berharganya saya sebagai seorang wanita, dan betapa layaknya saya mendapat pria yang benar-benar tulus mencintai saya.
Setelah sebulan terlewati, keadaan masih juga belum berubah. Entah sayang, benci, atau marah intinya saya masih memendam perasaan bagi dia. Apalagi saya hobby sekali membuka account social media yang dia punya walaupun ujung-ujungnya saya sakit hati. Dia kelihatan bahagia, lalu saya?
Mulai saat itu saya memutuskan untuk mulai menata hidup saya kembali. kata mama, "putus cinta bukan akhir dari segalanya" dan memang benar kata mama.
Walaupun harus dengan susah payah saya mematikan semua perasaan saya, tapi kondisi saya menjadi lebih baik. Ada beberapa hal yang saya lakukan:
1. Block semua account socmed dia (path, instagram, line, dll)
2. Hapus semua foto-foto apapun yang berhubungan dengan dia
3. Singkirkan semua barang yang buat saya ingat dia
4. Berhenti menyendiri dan mulai bergaul (sejak saya berpacaran dengannya saya dibatasi soal pergaulan)
5. Perbanyak berdoa dan ibadah (walaupun harus saya akui, saya saat itu hanya memanfaatkan Tuhan sebagai pelarian)
Yaaa.... kurang lebih hal-hal itu yang saya lakukan, dan memang membuat saya menjadi lebih tenang dan kembali punya semangat, sebelumnya banyak yang bilang saya terlihat stress dan lebih kurus (sisi positif). Namun setelah saya lakukan hal-hal demikian, si dia malah tiba-tiba muncul lagi dan bodohnya saya menanggapinya, dan akhirnya sudah bisa ditebak, setelah 2-3 hari berkomunikasi dia hilang lagi. Dia memang tidak rugi, tapi saya yang rugi karena harus mulai dari 0 lagi.
Walaupun saya memang belajar 1 hal, apapun yang terjadi sekalipun dia minta maaf dan berjanji tidak akan pernah mengulang kesalahannya lagi, jangan pernah mau masuk ke lubang yang sama. Cukup memaafkan dan melupakan.
Waktu berjalan cukup cepat, seminggu mendekati ulang tahun saya, dia datang lagi, kali ini mengajak bertemu yang (sekali lagi) dengan bodohnya saya mengiyakan. Setelah pertemuan itu, selama seminggu hingga ulang tahun saya kita hampir setiap hari bertemu, berkomunikasi layaknya orang yang sedang berpacaran, bahkan dia juga memberikan surprise di malam saya berulang tahun, namun paginya dia kembali menghilang tanpa alasan apapun hingga detik ini. Di saat itu saya benar-benar mengatur hati dan pikiran saya, apapun yang terjadi saya tidak boleh lagi kembali melakukan hal bodoh itu. Dan memang setelah beberapa hari dia menghilang, dia muncul lagi (kali ini lewat Whatsapp, karena saya sudah tidak mengaktifkan line saya). Namun akhirnya dengan kebulatan hati saya, saya sama sekali tidak menanggapi dia. Walaupun memang agak berat, tapi saya puas dengan hasilnya. Paling tidak saya sudah menghindar dari patah hati berikutnya. Saya juga menjadi lebih percaya diri dan belajar hal-hal baru.
1. Saya tidak akan bisa melupakan kenangan (manis atau pahit) yang pernah ada, tapi saya bisa mengatur perasaan dan pikiran saya untuk tidak galau/sedih/marah saat harus bertemu dengan kenangan itu.
2. Single bukan berarti saya kesepian atau bahkan gak laku, tapi itu memang pilihan yang terbaik untuk saya mempersiapkan diri saya lebih maksimal dalam membangun hubungan berikutnya.
3. Putus cinta itu pengalaman bukan kegagalan, yang pasti jangan pernah mau jatuh di tempat yang sama. Toh saya juga tidak rugi, hal ini membuat saya lebih mengenal karakter pria.
4. Saya tidak dirugikan sama sekali disini, saya memang kehilangan orang yang saya cintai, tapi dia sudah kehilangan orang yang mencintainya dengan tulus.
5. Kesepian memang hal yang paling tidak enak, tapi percayalah kita tidak pernah benar-benar sendiri dan sepi kalau kita memutuskan untuk membuka diri dan kembali ke dunia sebenarnya.
Sekarang saya sedang nyaman sendiri, saya bisa menggali diri saya lebih dalam lagi, melihat apa yang saya punya, apa yang harus saya kembangkan, dan betapa berharganya saya sebagai seorang wanita, dan betapa layaknya saya mendapat pria yang benar-benar tulus mencintai saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar