Selasa, 14 Februari 2017

lirik lagu jangan bersedih

lirik lagu:jangan bersedih

mati satu tumbuh seribu
patah hati jangan mengeluh
masih banyak hati yang lain
yang menanti tuk kau singgahi

putus cinta soal biasa
sedihnya jangan lama-lama
nanti kau bisa mati rasa
tegarkan hatimu dan melangkahlah

suatu saat nanti kau dapatkan
pujaan hati yang kan kau dambakan
ini semua telah Tuhan rencanakan
jadi jangan bersedih lagi

putus cinta soal biasa (putus cinta soal biasa)
sedihnya jangan lama-lama
nanti kau bisa mati rasa
tegarkan hatimu dan melangkahlah

suatu saat nanti kau dapatkan
pujaan hati yang kan kau dambakan
ini semua telah Tuhan rencanakan
jadi jangan bersedih lagi

mungkin dia memang bukan jodohmu
dipaksakan nanti sakit hatimu
pilihan Tuhan pasti jauh terbaik
jadi jangan bersedih lagi

pilihan Tuhan pasti jauh terbaik
jadi jangan bersedih lagi


Read more: http://www.wowkeren.com/lirik/tiffany_kenanga/jangan-bersedih.html#ixzz4YjB0v9Cb

pengalaman pribadi [patah hati]

Hari-hari pertama saya sendiri merupakan hari-hari terberat dalam hidup saya. Seperti kebanyakan orang yang putus cinta, saya kehilangan napsu makan, susah tidur, lebih banyak menyendiri, kehilangan fokus, dan sering melamun. Saya ingat sekali, setelah saya putus, saya akhirnya menginap di apartemen teman saya selama hampir seminggu, hanya supaya saya tidak sendiri dan merasa tertekan. Entah saya marah atau sedih atau benci, saya seperti mati rasa. Menangis saja tidak sanggup, padahal sedang putus cinta. Semua hal yang saya lakukan pasti mengingatkan saya pada dia.
Setelah sebulan terlewati, keadaan masih juga belum berubah. Entah sayang, benci, atau marah intinya saya masih memendam perasaan bagi dia. Apalagi saya hobby sekali membuka account social media yang dia punya walaupun ujung-ujungnya saya sakit hati. Dia kelihatan bahagia, lalu saya?
Mulai saat itu saya memutuskan untuk mulai menata hidup saya kembali. kata mama, "putus cinta bukan akhir dari segalanya" dan memang benar kata mama.

Walaupun harus dengan susah payah saya mematikan semua perasaan saya, tapi kondisi saya menjadi lebih baik. Ada beberapa hal yang saya lakukan:
1. Block semua account socmed dia (path, instagram, line, dll)
2. Hapus semua foto-foto apapun yang berhubungan dengan dia
3. Singkirkan semua barang yang buat saya ingat dia
4. Berhenti menyendiri dan mulai bergaul (sejak saya berpacaran dengannya saya dibatasi soal pergaulan)
5. Perbanyak berdoa dan ibadah (walaupun harus saya akui, saya saat itu hanya memanfaatkan Tuhan sebagai pelarian)

Yaaa.... kurang lebih hal-hal itu yang saya lakukan, dan memang membuat saya menjadi lebih tenang dan kembali punya semangat, sebelumnya banyak yang bilang saya terlihat stress dan lebih kurus (sisi positif). Namun setelah saya lakukan hal-hal demikian, si dia malah tiba-tiba muncul lagi dan bodohnya saya menanggapinya, dan akhirnya sudah bisa ditebak, setelah 2-3 hari berkomunikasi dia hilang lagi. Dia memang tidak rugi, tapi saya yang rugi karena harus mulai dari 0 lagi.
Walaupun saya memang belajar 1 hal, apapun yang terjadi sekalipun dia minta maaf dan berjanji tidak akan pernah mengulang kesalahannya lagi, jangan pernah mau masuk ke lubang yang sama. Cukup memaafkan dan melupakan.

Waktu berjalan cukup cepat, seminggu mendekati ulang tahun saya, dia datang lagi, kali ini mengajak bertemu yang (sekali lagi) dengan bodohnya saya mengiyakan. Setelah pertemuan itu, selama seminggu hingga ulang tahun saya kita hampir setiap hari bertemu, berkomunikasi layaknya orang yang sedang berpacaran, bahkan dia juga memberikan surprise di malam saya berulang tahun, namun paginya dia kembali menghilang tanpa alasan apapun hingga detik ini. Di saat itu saya benar-benar mengatur hati dan pikiran saya, apapun yang terjadi saya tidak boleh lagi kembali melakukan hal bodoh itu. Dan memang setelah beberapa hari dia menghilang, dia muncul lagi (kali ini lewat Whatsapp, karena saya sudah tidak mengaktifkan line saya). Namun akhirnya dengan kebulatan hati saya, saya sama sekali tidak menanggapi dia. Walaupun memang agak berat, tapi saya puas dengan hasilnya. Paling tidak saya sudah menghindar dari patah hati berikutnya. Saya juga menjadi lebih percaya diri dan belajar hal-hal baru.

1. Saya tidak akan bisa melupakan kenangan (manis atau pahit) yang pernah ada, tapi saya bisa mengatur perasaan dan pikiran saya untuk tidak galau/sedih/marah saat harus bertemu dengan kenangan itu.
2. Single bukan berarti saya kesepian atau bahkan gak laku, tapi itu memang pilihan yang terbaik untuk saya mempersiapkan diri saya lebih maksimal dalam membangun hubungan berikutnya.
3. Putus cinta itu pengalaman bukan kegagalan, yang pasti jangan pernah mau jatuh di tempat yang sama. Toh saya juga tidak rugi, hal ini membuat saya lebih mengenal karakter pria.
4. Saya tidak dirugikan sama sekali disini, saya memang kehilangan orang yang saya cintai, tapi dia sudah kehilangan orang yang mencintainya dengan tulus.
5. Kesepian memang hal yang paling tidak enak, tapi percayalah kita tidak pernah benar-benar sendiri dan sepi kalau kita memutuskan untuk membuka diri dan kembali ke dunia sebenarnya.

Sekarang saya sedang nyaman sendiri, saya bisa menggali diri saya lebih dalam lagi, melihat apa yang saya punya, apa yang harus saya kembangkan, dan betapa berharganya saya sebagai seorang wanita, dan betapa layaknya saya mendapat pria yang benar-benar tulus mencintai saya.

pengertian,ciri ciri,dan dampak dari pergaulan bebas

                    Asalamualaikum wrb
           

           Akhir akhir ini banyak yang membicarakan tentag pergaulan bebas.sebenarnya,apa sih pergaulan bebas itu?pergaulan bebas  adalah salah satu bentuk perilaku yang telah menyimpang dari Norma yang ada dui masyarakat.selain ada pengertian pergaulan bebas juga ada memliki ciri-ciri sebagai berikut:
                                                       ciri-ciri pergaulan bebas:

1) Menghambur-hamburkan uang untuk membeli barang yang tidak di perlukan.
2) Rasa ingin tahu dengan sesuatu hal yang negatif.
3) Berpakaian yang tidak sesuai dengan Norma yang berlaku di Masyarakat.
4) Terjadinya perubahan-perubahan emosi,pikiran,dan lingkungan hidup.
5) Sering mengalami tekanan mental dan emosi.
6) Ingin memiliki barang yang orang miliki dengan cara yang Haram.
7) Memiliki sifat yang tidak bertanggung jawab.
8) Mudah gelisah,tidak sabar,emosional.
9) Selalu mencari  perhatian orang lain dengan cara berperilaku Negatif.
                                                         

                                                  faktor penyebab Pergaulan Bebas:

1) Kurang perhatian dari  Tua
        faktor ini yang dominan untuk membentuk karakter seseorang apabila orang tua kurang memperhatikan putra atau putrinya takutnya akan terjadi Pergaulan Bebas.
2) Lingkungan yang kurang baik
       lingkungan yang kurang baik merupakan faktor pembentuk karakter seseorang.jika keadaan lingkungan yang kurang baik,maka kemungkinan anak yang terkena Pergaulan Bebas semakin besar.
3) Berteman dengan teman yang terdampak Pergaulan Bebas
       ini yang sangat berbahaya.untuk anak yang mudah terpengaruh oleh orang lain.
4) Masalah keluarga
       faktor ini membuat anak bosan dan ingin mencari hal yang baru.
5) Kesadaran remaja
        kurangnya kesadaran Remaja terjadi merupakan implikasi dari kurangnya pengetahuan akan dampak dari Pergaulan Bebas.
6) Budaya luar yang tidak sesuai
        rasa ingin tahu remaja dan rasa ingin mencoba sesuatu hal yang baru tanpa dengan adanya pengetahuan tentang dampak dari hal yang remaja dia lakukan,.


                                                          Dampak dari Pergaulan bebas:

1) Seks Bebas 
2) Ketergantungan obat-obatan terlarang
3) HIV/AIDS
4) Menurunya kesehatan.
5) Menurunya prestasi.
        
                                        Cara mengatasi Pergaulan Bebas:
1) Memperbaiki Cara Pandang
Memperbaiki cara pandang dengan mencoba bersikap optimis dan hidup dalam “kenyataan”, maksudnya sebaiknya remaja dididik dari kecil agar tidak memiliki angan-angan yang tidak sesuai dengan kemampuannya sehingga apabila remaja mendapatkan kekecewaan mereka akan mampu menanggapinya dengan positif.
2. Menjaga Keseimbangan Pola Hidup
Yaitu perlunya remaja belajar disiplin dengan mengelola waktu, emosi, energi serta pikiran dengan baik dan bermanfaat, misalnya mengatur waktu dalam kegiatan sehari-hari serta mengisi waktu luang dengan kegiatan positif.
3. Jujur Pada Diri Sendiri
Yaitu menyadari pada dasarnya tiap-tiap individu ingin yang terbaik untuk diri masing-masing. Sehingga pergaulan bebas tersebut dapat dihindari. Jadi dengan ini remaja tidak menganiaya emosi dan diri mereka sendiri.
4. Memperbaiki Cara Berkomunikasi
Memperbaiki cara berkomunikasi dengan orang lain sehingga terbina hubungan baik dengan masyarakat, untuk memberikan batas diri terhadap kegiatan yang berdampak negatif dapat kita mulai dengan komunikasi yang baik dengan orang-orang di sekeliling kita.
5. Perlunya Remaja Berpikir Untuk Masa Depan
Jarangnya remaja memikirkan masa depan. Seandainya tiap remaja mampu menanamkan pertanyaan “Apa yang akan terjadi pada diri saya nanti jika saya lalai dalam menyusun langkah untuk menjadi individu yang lebih baik?” kemudian hal itu diiringi dengan tindakan-tindakan positif untuk kemajuan diri para remaja. Dengan itu maka remaja-remaja akan berpikir panjang untuk melakukan hal-hal menyimpang dan akan berkurangnya jumlah remaja yang terkena HIV & AIDS nantinya.
6. Menanamkan Nilai Ketimuran
Kalangan remaja kita kebanyakan sudah tak mengindahkan lagi akan pentingnya nilai-nilai ketimuran. Tentu saja nilai ketimuran ini selalu berkaitan dengan nilai Keislaman yang juga membentuk akar budaya ketimuran. Nilai yang bersumberkan pada ajaran spiritualitas agama ini perlu dipegang. Termasuk meningkatkan derajat keimanan dan moralitas pemeluknya. Dengan dipegangnya nilai-nilai ini, harapannya mereka khususnya kalangan muda akan berpikir seribu kali untuk terjun ke pergaulan bebas.
7. Mengurangi Menonton Televisi
Televisi idealnya bisa menjadi sarana mendapatkan informasi yang mendidik dan bisa meningkatkan kualitas hidup seseorang. Namun, kenyataannya, saat ini harapan itu sangat jauh. Televisi kita terutama stasiun televisi swasta, mereka lebih banyak menampilkan acara hiburan, maupun sinetron-sinetron yang menawarkan nilai-nilai gaya hidup bebas, hedonis. Begitu juga beragam tayangan infotainment yang kadang menayangkan acara perselingkuhan, sex bebas di kalangan artis.
Dengan demikian, kisah pergaulan bebas bukan menjadi hal yang tabu lagi. Makanya, tak ada langkah yang lebih manjur selain mengurangi menonton televisi ini karena lambat laun otak akan teracuni oleh nilai-nilai yang sebenarnya sangat negatif. Untuk mendapatkan informasi, kalangan muda bisa mengalihkan perhatian dengan membaca koran, majalah maupun buku-buku. Pekerjaan yang agak berat memang, tapi jauh lebih produktif daripada kebanyakan menonton televisi yang tidak jelas dan cenderung merusak akal sehat pikiran.
8. Banyak Beraktivitas Secara Positif
Cara ini menurut berbagai penelitian sangat efektif dijalankan. Pergaulan bebas, biasanya dilakukan oleh kalangan muda yang banyak waktu longgar, banyak waktu bermain, bermalam minggu. Nah, untuk mengantisipasi hal tersebut, mengalihkan waktu untuk kegiatan lewat hal-hal positif perlu terus dikembangkan. Misalnya dengan melibatkan anak muda dalam organisasi-organisasi sosial, menekuni hobinya dan mengembangkannya menjadi lahan bisnis yang menghasilkan, maupun mengikuti acara-acara kreatifitas anak-anak muda. Dengan demikian, waktu mudanya akan tercurahkan untuk hal-hal positif dan sedikit waktu untuk memikirkan hal-hal negatif seperti pergaulan bebas tersebut.
9. Sosialisasi Bahaya Pergaulan Bebas
Dikalangan muda, pergaulan bebas sering dilakukan karena bisa jadi mereka tidak tahu akibat yang ditimbulkannya. Seperti misalnya penyakit kelamin yang mematikan. Nah, sosialisasi hal ini. Informasi-informasi mengenai bahaya yang ditimbulkan akibat pergaulan bebas ini perlu terus disebarkan di kalangan muda. Harapannya, mereka juga punya informasi sebagai bahan pertimbangan akal sehatnya. Jika informasi tersebut belum didapatkan ada kemungkinan mereka akan terus melakukan pergaulan bebas semau mereka. Tapi, kalau informasi sudah didapatkan tapi mereka tetap nekad melakukan itu persoalan lain lagi. Sepertinya  perlu ada penanganan khusus, apalagi yang sudah terang-terangan bangga melakukan pergaulan bebas.
10. Menegakkan Aturan Hukum
Bagi yang bangga tersebut, tak ada hal lain yang bisa menghentikan selain adanya perangkat hukum dan aturan hukum yang bisa menjeratnya. Setidaknya sebagai efek jera. Yang demikian harus dirumuskan dandilaksanakan melalui hokum yang berlaku di negara kita. Langkah ini sebagai benteng terakhir untuk menyelamatkan anak-anak muda dari amoralitas karena perilaku pergaulannbebas yang lambatlaun otomatis akan merusak bangsa ini.sumber;http://128thareqh.blogspot.co.id/2016/03/pengertianciri-cirifaktor-dan-dampak.html